Banyak inti
(atau lebih tepat, inti dengan paling tidak jumlah proton atau neutronnya
ganjil) dapat dianggap sebagai magnet kecil. Inti seperti proton (1H
atau H-1) dan inti karbon-13 (13C atau C-13; kelimpahan alaminya
sekitar 1%). Karbon -12 (12C), yang dijadikan standar penentuan
massa, tidak bersifat magnet.
Bila sampel yang mengandung 1H
atau 13C (bahkan semua
senyawa organik) ditempatkan dalam medan magnet, akan timbul interaksi antara
medan magnet luar tadi dengan magnet kecil (inti). Karena ada interaksi ini,
magnet kecil akan terbagi atas dua tingkat energi (tingkat yang sedikit agak
lebih stabil (+) dan keadaan yang kurang stabel (-)) yang energinya berbeda.
Karena dunia inti adalah dunia mikroskopik, energi yang berkaitan dengan inti
ini terkuantisasi, artinya tidak kontinyu.
Bahkan bila pergeseran
kimia adalah satu-satunya informasi yang dihasilkan oleh spektroskopi NMR,
nilai informasi dalam penentuan struktural senyawa organik sangat besar
maknanya. Selain itu, spektroskopi NMR dapat memberikan informasi tambahan,
yakni informasi yang terkait dengan kopling spin-spin.
0 komentar:
Posting Komentar