Limbah padat dapat menimbulkan dampak
buruk bagi lingkungan yaitu seperti timbulnya gas beracun, di antaranya asam
sulfida, amoniak methan, CO2, CO. ini bisa terjadi apabila berbagai limbah
padat bertumpuk pada satu tempat yang sama yang mengakibatkan pembusukan dengan
bantuan microorganisime. Pengaruh musim yang berganti-ganti menyebabkan proses
pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana aerob maupun
anerob menimbulkan gas.
Yang mungkin dapat ditimbulkan akibat limbah padat :
Kerusakan
Permukaan Tanah
Timbunan sampah menghasilkan gas nitrogen, hidrogen,amoniak dan
asam sulfida. Adanya zat merkuri, chrom dan arsen menimbulkan gangguan terhadap
bio tanah, tumbuhan,merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lain
seperti oksida logam, baik yang terlarut maupun dalam areal permukaan tanah,
menjadi racun.
Penurunan
Kualitas Air
Limbah padat yang terbuang disungai dapat menyebabkan penurunan
kuaitas air, karenanya limbah padat yang menjadi satu sengan berbagai macam
lingkungan di air dan lama-kelamaan menjadi kekeruhan air, warna dan rasa
air berubah. Air menjadi beracun akibat limbah padat tersebut.
Penurunan
Kualitas Udara
Pengaruh terhadap kualitas udara akibat timbulnya gas hasil
reaksi kimia dalam timbunan limbah. Gas seperti H2S, NH3, methane akan
terkonsentrasi di udara dengan nilai tartentu. Dalam konsentrasi 50 ppm H2S
membuat mabuk dan pusing. Konsentrasi H2S yang diizinkan 30 mg per meter kubik
udara. Karbon monoksida (CO) berasal dari sisa pembakaran yang tidak sempurna.
Nilai ambang batas CO 100 ppm = 110 mg per meterkubik udara. Amoniak yang
berupa gas pada suhu dan tekanan normal mempunyai nilai ambang batas 35 mg per
meter kubik udara. Serat asbestos, hidrokarbon, fenol, natrium sulfida, oksida
logam dari pembakaran, seng, oksida, SO2 yang berasal dari bahan padat
merupakan racun bagi manusia.
0 komentar:
Posting Komentar