Limbah berdasarkan nilai ekonominya dirinci
menjadi limbah yang mempunyai nilai ekonomis dan limbah nonekonomis. Limbah
yang mempunyai nilai ekonomis yaitu limbah dengan proses lanjut akan memberikan
nilai tambah. Misalnya: tetes merupakan limbah pabrik gula.Tetes menjadi bahan
baku untuk pabrik alkohol. Ampas tebu dapat dijadikan bahan baku untuk pabrik
kertas, sebab ampas tebu melalui proses sulfinasi dapat menghasilkan bubur
pulp. Banyak lagi limbah pabrik tertentu yang dapat diolah untuk menghasilkan
produk baru dan menciptakan nilai tambah.
Limbah nonekonomis adalah limbah yang diolah dalam proses bentuk
apapun tidak akan memberikan nilai tambah, kecuali mempermudah sistem
pembuangan. Limbah jenis ini yang sering menjadi persoalan pencemaran dan
merusakkan lingkungan; Dilihat dari sumber limbah dapat merupakan hasil
sampingan dan juga dapat merupakan semacam “katalisator”.
0 komentar:
Posting Komentar