Pages

Sabtu, 15 Desember 2012

Awal Mula Penentuan Struktur


Sebelum ditemukannya teknik spektroskopi atau NMR (nuclear magnetig resonance) banyak kimiawan yang mengalami kesulitan. Seperti pada penentuan struktur senyawa organik yang hanya didasarkan atas perbandingan dengan senyawa strukturnya. Bila semua sifat fisik dan kimia senyawa identik dengan senyawa yang telah dideskripsikan di literateur dapat disimpulkan bahwa senyawa yang sedang dipelajari identik dengan senyawa yang stukturnya telah diketahui.
Akan tetapi pernah ditemukan senyawa baru, dan akhirnya kimiawan menemukan sebuah metoda tradisional. Metoda tersebut adalah ; struktur senyawa yang baru disintesis diasumsikan kemudian suatu rute tertentu didesain untuk mengubah senyawa ini menjadi senyawa yang telah diketahui. Walaupun dalam pengubahan itu memerlukan bebrapa tahap dan pengubahan tersebut dipilih dari reaksi yang hanya melibatkan gugus fungsi dan bukan kerangka molekulnya.
Dan hingga masa kini penentuan struktur dilakukan dengan metoda spektroskopik dan difraksi.
a. Uji titik leleh campuran
pada penentuan struktur senyawa organik telah dibuktikan bahwa senyawanya identik dengan senyawa yang telah diketahui, bukti ini terutama dicapai dengan uji titik leleh campuran (uji campuran). Metoda ini didasarkan prinsip bahwa titik  leleh padatan paling tinggi ketika padatan itu murni. Namun dalam praktek, titik leleh tidak selalu tajam dan bahkan cenderung meleleh dalam rentang suhu tertentu. Jadi untuk menyatakan apakah dua titik leleh sama atau tidak bukanlah hal yang mudah.
b. Penggunaan turunan padatan
penggunaaan turunan padatan ini digunakan apabila ditemukan sampel yang berupa gas dan cairan. Dalam kasus semacam ini dapat diketahui lebih mudah karena pereaksi dapat bereaksi dengan mudah dengan aldehida dan keton. Misalnya hidroksilamin NH2OH
Senyawa turunan yang kristalin dapat digunakan untuk penentuan struktur senyawa yang tidak diketahui.
c. Perbandingan sifat fisik
informasi penting dalam sifat keseluruhan molekul adalah sifat fisik seperti titik didih, indeks bias, momen dipol, dan rotasi spesifik. Tetapi kadang sifat molekul keseluruhan dapat merupakan jumlah dari berbagai kontribusi bagian-bagian senyawa. Pada kasus ini informasi pada bagian tertentu senyawa dapat diperoleh.
Misalnya penggunaan momen dipol ยต. Momen dipol hasil perconaan untuk nitrobenzen (3,98 D) dan khlorobenzen (1,58 D), arah momen dipolnya ditentukan dengan sifat elektronik gugus fungsi (misalnya keelektronegatifan).
d. Reaksi kualitatif
Informasi struktur secara kasar didapat dengan penentuan massa molekul, analisis unsur, dsb. Demikian juga informasi jenis dan jumlah gugus fungsi juga harus didapatkan. Sebelum perkembangan spektroskopi, identifikasi gugus fungsi bergantung terutama pada kereaktifannya. Contohnya adalah deteksi gugus karbonil (aldehida -CHO dan keton -C=O) dengan menggunakan reaksi cermin perak dan uji Fehling.
Kini metoda seperti ini tidak pernah digunakan untuk mendeteksi aldehida di laboratorium riset manapun. Contoh yang baik adalah reaksi ninhidrin, yang bahkan sekarang pun masih sangat bermanfaat untuk analisis asam amino.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

PantonaNews

Blogroll