Pages

Sabtu, 20 Oktober 2012

Dampak Pemakaian Deodorant


Dewasa ini banyak sekali orang yang terlalu mempermasalahkan keringat sebagai salah satu penyebab ketidakpercayaan diri seseorang, mulai dari anak remaja hingga orang tua sekalipun merasa kurang percaya diri jika sering sekali tubuhnya mengeluarkan keringat. Akan tetapi Berkeringat merupakan sesuatu yang wajar, karena memang berkeringat diperlukan ketika proses homeostasis.
Oleh karena itu kebanyakan orang berusaha agar keringat tidak keluar secara berlebih atau dengan kata lain mengurangi pengeluaran keringat dari dalam tubuh yaitu dengan cara memakai deodorant. Karena deodorant menghambat pori-pori sehingga pengeluaran keringat menjadi sedikit. Banyak sekali merk-merk deodorant yang dikeluarkan oleh produsen, bahkan sekarang ini produksi deodorant dikembangkan dengan diberikan wangi-wangian yang berbagai macam aroma.
Akan tetapi dibalik manfaatnya yang dapat membantu orang untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya kembali, deodorant adalah salah satu faktor pendorong terjadinya penyakit kanker payudara dan penurunan fungsi syaraf otak. Bahkan ada satu kejadian di Amerika Serikat seorang bocah meninggal dunia diakibatkan menggunakan deodorant secara terus menerus.
Mengapa deodorant menyebabkan timbulnya beberapa macam penyakit didalam tubuh manusia? Bahan apa saja yang terkandung di dalamnya? Berikut ini merupakan macam-macam bahan yang digunakan dalam produksi deodorant :
Alumunium
Alumunium yang terkandung dalam antiperspirant dan deodoran yaitu alumunium klorida atau sulfat. Penelitian Dr Chris Exley, saintis dari Universitas Keele, Inggris menyebutkan bahwa alumunium bersifat karsinogenik. Pada biopsi payudara, terlihat pula adanya indikasi alumunium. 
Sejalan dengan itu, WHO pun menemukan tingginya konsentrasi alumunium pada otak penderita Alzheimer, meski jarang terjadi. 
Propilen Glikol
Zat ini memiliki sifat neurotoksin. Bisa menyebabkan terjadinya dematitis, serta kerusakan ginjal dan hati.
Mineral Oil 
Berfungsi menutupi pori-pori kulit. Alhasil, proses penguapan tubuh serta detoksifikasi melalui keringat pun terganggu.
Parabens
Adalah zat tambahan, zat ini pernah ditemukan pada penderita kanker payudara yang letaknya berdekatan dengan ketiak.
Selain itu dedorant juga menyebabkan ketergantungan pada tubuh pemakainya, yang mana bila seseorang memakai deodorant secara terus menerus, sekali saja ia tidak memakainya maka tubuh si pemakai deodorant akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, karena itulah sehingga tubuh sangat memerlukan pemakaian deodorant. Akan tetapi sedikit sekali yang menyadari betapa bahayanya pemakaian deodorant secara terus menerus. oleh karena itu kita sebagai manusia yang diberi akal layaknya berfikir dan bertindak sebelum terlambat. (Mas'ud Ahmad Setiawan)

Bahaya Asbes Bagi Kesehatan


Sebuah rumah tidak akan lengkap jika tidak menggunakan atap, kebanyakan orang menggunakan asbes sebagai atap rumah mereka. Bahkan kegunaan asbes atau asbestos bukan hanya sebagai atap rumah, tetapi juga digunakan untuk bahan baku rem, kampas kopling, pelapis kabel listrik dan panel tahan api. 
Asbes merupakan serat mineral silika yang termasuk dalam kelompok serpentine (krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H2O), dan amphibole dari mineral-mineral pembentuk batuan, termasuk: actinolite, amosite (asbes coklat, cummingtonite, grunnerite), anthophyllite, chrysotile (asbes putih), crocidolite (asbes biru), tremolite, atau campuran yang sekurang-kurangnya mengandung salah satu dari mineral-mineral tersebut.
Tapi siapa sangka bahwa asbes yang banyak kegunaannya bagi manusia memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan manusia. Serat asbes berbahaya karena mengandung hidroksida magnesium silikat yang bersifat karsinogen ( pemicu penyakit kanker).
Gangguan kesehatan atau penyakit yang timbul ditentukan oleh seberapa banyak dosis serat asbes yang terhirup kedalam tubuh, mulai dari gejala ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) sampai dengan penyakit kronis, yaitu :
Mesothelioma
Debu asbes yang masuk kedalam paru-paru, akan bergerak sampai pada selubung paru-paru. Disini, debu asbes merusak DNA yang ada pada selubung paru-paru (mesothelium), akibatnya control pertumbuhan sel terganggu.
Kanker Paru-paru
Timbulnya kanker paru-paru hamper sama dengan mesothelioma, hanya saja bedanya yang terkena adalah dinding saluran nafas (bronchioles).
Asbestosis
Debu pada asbes juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan dan selubung paru-paru.  Jaringan ini perlahan-lahan akan meluas hingga menebal sehingga paru-paru tidak dapat mengembang dan mengempis layaknya seperti paru-paru normal. Selain itu, aliran darah pada paru-paru juga akan terhambat, dan memaksa jantung bekerja lebih keras, sehingga jantung akan membesar. Penderita akan merasakan adanya batuk, penurunan berat badan, sesak napas pada saat beraktivitas. Bahkan bila telah lanjut setelah 15 tahun pemaparan, asbestosis dapat mengakibatkan timbulnya Tumor Ganas Pleura (mesothelioma). Tumor  ini kebal terhadap macam terapi dan prognosisnya sangatlah buruk.
Debu asbes juga dapat mengkontaminasi melalui :
Operasi penambangan atau penggilingan;
Pengolahan bahan-bahan yang mengandung asbes atau akibat pembuatan/ produksi
Barang-barang yang mengandung asbes;
Pemakaian atau penggunaan barang-barang hasil produksi yang mengandung asbes;
Kegiatan membongkar, membuka, mencopoti, memperbaiki kerusakan (reparasi) atau merawat barang-barang hasil produksi yang mengandung asbes;
Kegiatan menghancurkan dan merubuhkan bangunan pabrik atau bangunan lainnya yang mengandung bahan-bahan berasbes;
Kegiatan memindahkan (transportasi), menyimpan dan kegiatan yang menyebabkan timbulnya kontak atau sentuhan fisik dengan asbes atau bahan-bahan yang mengandung asbes;
Kegiatan-kegiatan lain yang menimbulkan resiko terkena debu asbes yang ada di  udara.
Adapun solusi jika kita terlanjur menggunakan asbes, agar meminimalisir dampak serat yang terlepas dari asbes :
Gunakan plafond untuk mencegah debu dan serat asbes masuk kedalam rumah anda.
Ganti asbes selama 5 tahun sekali meskipun belum terlihat rusak, dan cepat ganti jika sudah terlihat rusak.
Dalam memasang atau memotong asbes untuk atap, jangan lupa menggunakan masker.
Membuat ventilasi udara yang baik pada rumah, aliran udara yang baik akan mengalirkan debu yang berbahaya keluar dari rumah.
Mereka yang berpotensi tinggi terkena debu dan serat asbes adalah mereka yang bekerja pada pabrik pembuat pipa, pengelasan industry, kontruksi dan bangunan, juga termasuk orang yang memakai asbes sebagai atap rumahnya. Jadi mulai sekarang, hendaklah kita waspada menghindari terjadinya paparan asbes yang akan mengganggu kesehatan kita. (Mas'ud Ahmad Setiawan)
Sumber :
http://litbang.patikab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=136:bahaya-asbes-bagi-kesehatan&catid=152:bahaya-asbes-bagi-kesehatan&Itemid=71
http://masfreddy.wordpress.com/2010/08/20/faktor-resiko-bahaya-asbestos/
http://www.infobangunan.com/artikel/59-material/213-bahaya-penggunaan-asbes.html
http://usahalink.com/artikelfull720-Bahaya-Asbestos-pada-Kesehatan-Manusia.html
http://rumahkusorgaku.wordpress.com/2008/07/17/waspada-asbes-di-sekitar-kita/

Kamis, 04 Oktober 2012

Keperiodikan Sifat Senyawa Sederhana

 Oksigen dapat membentuk senyawa (oksida) dengan hampir semua unsur, kecuali beberapa gas mulia. Inilah alasan mengapa oksigen awalnya digunakan sebagai standar massa atom. Bahkan hingga kini, membandingkan sifat oksida sama pentingnya dengan membandingkan sifat unsur-unsurnya. Sebagian besar kalor pembentukan oksida, yakni kalor reaksi saat unsur bereaksi dengan oksigen, besar dan negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa paling tidak ada satu oksida stabil. Untuk meyakinkan apakah nilai ini menunjukkan keperiodikan, kalor reaksi unsur dengan sejumlah tertentu (8 g) oksigen (bukan kalor reaksi per mol) diperhatikan.
Akan lebih mudah mengklasifikasikan oksida berdasarkan keasaman dan kebasaannya karena hampir semua oksida bersifat asam atau basa. Klasifikasi ini juga akan membantu pemahaman bab 9 yakni pembahasan asam dan basa dibahas. Jadi, asam yang mengandung hidrogen asam terikat pada oksigen disebut asam okso. Di pihak lain, produk reaksi antara oksida basa dan air dinamai dengan hidroksida yang mengandung gugus hidroksi yang cenderung terdisosiasi sebagai ion hidroksida OH¯.

Tabel Periodik

Nilai sistem periodik bukan hanya pada organisasi informasi yang telah diketahui, tetapi juga kemampuannya memprediksi sifat yang belum diketahui. Keampuhan sesungguhnya tabel periodik terletak di sini.


a. Usulan-usulan sebelum Mendeleev

Konsep unsur merupakan konsep yang sangat tua, sejak jaman Yunani, Menurut filsuf Yunani, materi dibentuk atas empat unsur: tanah, air, api dan udara. Di awal abad 19, unsur-unsur ini diisolasi dengan elektrolisis, dan daftar unsur perlahan diperluas. Di pertengahan abad 19, analisis spektroskopi, metoda bari mendeteksi unsur dikenalkan dan mempercepat pertambahan daftar ini. Walaupun disambut gembira oleh kimiawan, masalahmasalh baru muncul. Salah satu pertanyaan adalah ‘Apakah jumlah unsur terbatas?’ dan pertanyaan lain adalah ‘Apakah sifat unsur-unsur diharapkan akan mempunyai keteraturan tertentu?

b. Prediksi Mendeleev dan kebenarannya

Awalnya teori Mendeleev gagal menarik perhatian. Namun, di tahun 1875, ditunjukkan bahwa unsur baru galium ditemukan oleh kimiawan Perancis Paul Emile Lecoq de Boisbaudran (18381912) ternyata bukan lain adalah eka-aluminum yang keberadaan dan sifatnya telah diprediksikan oleh Mendeleev. Jadi, signifikansi teori Mendeleev dan Meyer secara perlahan diterima. Mendeleev mempublikasikan tabel yang dapat dianggap sebagai asal mula tabel periodik modern. Dalam menyiapkan tabelnya, Mendeleev awalnya menyusun unsur berdasarkan urutan massa atomnya, sebagaimana pendahulunya. Lebih lanjut, situasinya diperumit sebab prosedur menentukan massa atom belum distandarkan, dan kadang kimiawan mungkin menggunakan massa atom yang berbeda untuk unsur yang sama. Dilema ini secara perlahan diatasi setelah International Chemical Congress (Kongres ini diadakan di tahun 1860 di Karlsruhe, Jerman. Tujuan kongres ini untuk mendiskusikan masalah penyatuan massa atom. Dalam kesempatan ini Cannizzaro mengenalkan teori Avogadro.

c. Tabel Periodik dan konfigurasi elektron

Tabel periodik secara terus menerus bertambah unsurnya setelah tabel periodik diusulkan Mendeleev. Sementara, muncul berbagai masalah. Salah satu masalah penting adalah bagaimana menangani gas muliaunsur transisi dan unsur tanah jarang.


Teori Bohr dan percobaan Moseley menghasilkan penyelesaian teoritik masalah-masalah ini. Penjelasan tabel periodik dari periode pertama sampai periode ketiga dapat dijelaskan dengan teori konfigurasi elektron yang dipaparkan di bab 4. Periode pertama (1H dan 2He) berkaitan dengan proses memasuki orbital 1s. Demikian juga periode kedua (dari 3Li sampai 10Ne) berkaitan dengan pengisian orbital 1s, 2s dan 2p, dan periode ke-3 (dari 11Na sampai 18Ar) berkaitan dengan pengisian orbital 1s, 2s, 2p, 3s dan 3p.

Struktur Senyawa Anorganik

Struktur banyak senyawa anorganik dapat dijelaskan dengan menggunakan teori VSEPR atau secara sederhana dengan teori valensi. Tapi, beberapa senyawa anorganik yang tidak masuk dalam kelompok ini sangat penting baik dari sudut pandang teori maupun praktis. Beberapa senyawa ini akan dibahas disini, berikut adalah pembahasannya :


AMONIA

Amonia NH3 seolah diturunkan dari metana dengan menggantikan atom karbon dengan atom nitrogen dan salah satu atom hidrogen dengan pasangan elektron bebas. 
Secara prinsip, atom nitrogen dari amina yang mengikat tiga atom atau gugus yang berbeda dapat merupakan pusat asimetrik sebab nitrogen memiliki empat substituen termasuk pasangan elektron bebas.

DIBORAN

Nampaknya senyawa ini tidak dapat dijelaskan dengan teori valensi sederhana, dan banyak sekalai usaha telah dilakukan untuk mengelusidasi anomali ini.
Mg3B2 + 6H2O → 3Mg(OH)2 + B2H(4.1)
Kini telah dibuktikan bahwa senyawa ini memiliki struktur aneh sebagai beikut.








Kerangka molekulnya adalah jajaran genjang yang terbentuk dari dua atom boron dan dua atom hidrogen, dan atom hidrogen terikat pada dua atom boron disebut dengan hidrogen jembatan. Empat ikatan B-H terminal secara esensi terbentuk dari tumpang tindih orbital 1s hidrogen dan orbital hibrida boron. Sebaliknya, ikatan jembatan B—H—B adalah ikatan tiga pusat, dua elektron yang terbetuk dari hibridisasi hidrogen 1s dan dua orbital hibrida boron.



 

Blogger news

PantonaNews

Blogroll