Dalam perencanaan terdapat berbagai
ragam istilah yang lazim digunakan dalam menentukan ukuran/dimensi atau tingkat
beban dari limbah yang akan ciproses. Pengertian dasar dari berbagai ragam
istilah tsb adalah sbb:
a) Hydraulic
Load: Artinya adalah jumlah volume limbah yang perlu diolah dalam
sehari, biasanya dalam bentuk m3/hari.
Misalnya hydraulic load limbah dari suatu asrama adalah 40 m3/hari, maka
artinya volume limbah yang dihasilkan dari penghuni dan kegiatan asrama
tersebut setiap harinya adalah 40 m3.
b) Flow
time: Artinya berapa lama seluruh volume limbah tersebut mengalir karena
pada kenyataannya aktivitas manusia yang menghasilkan limbah tidak konstant
sehari penuh. Mis alnya flow time
dari asrama tersebut diatas adalah 14 jam.Artinya limbah mengalir hanya dalam
periode 14 jam (mis dari jam 6.00 s/d jam 20.00) dan
seterusnya selama 10 jam aliran berhenti.
c) Flow
rate: Artinya adalah volume aliran limbah per jam.Misalnya untuk kasus
diatas maka Peak flow adalah 40 m3/14 jam = 2.86 m3/jam.
d) Peak
Flow: Ada waktu waktu tertentu dimana aliran limbah lebih banyak
dibanding waktu lainnya, misalnya kegiatan pada pagi hari dimana seluruh
penghuni asrama pada mandi, cuci pakaian,dlsb. Tetapi sebaliknya juga ada waktu
tertentu dimana aliran limbah hanya sedikit, sehingga biasanya untuk basis
perhitungan diambil secara rata rata (Flow Rate)
e) Organic
Load: istilah yang mencerminkan jumlah beban organik yang ada didalam
limbah yang akan diolah dan ini ditunjukkan oleh kandungan BOD dan COD. Ada
beberapa satuan yang lazim dipakai ialah mg/Itr, kg/m3, kg,’hari, dlsb.Lepas
dari apa satuan yang dipakai tetapi pada intinya sama saja.Misalnya limbah
asrama tersabut diatas mempunyai BOD = 300 mg/Itr dan COD = 400 mg/Itr. Maka
bisa juga disebut bahwa : BOD load limbah asrama = 12 kg/hari COD load limbah
asrama = 16 kg/hari mg/Itr. Maka bisa juga disebut bahwa : BOD
load limbah asrama = 12 kg/hari COD load limbah asrama = 16 kg/hari
f) Hydraulic
Retention Time atau Detention time: Sering juga disingkat dengan
istilah HRT yang artinya adalah berapa lama limbah akan menginap didalam sistem
pengolahan. Lebih lama limbah menginap maka proses pengolahan lebih baik tetapi
konstruksi menjadi besar. Sebaliknya bile terlampau cepat maka praktis hanya
lewat saja hingga tidak terjadi proses pengolahan.
g) Ratio
SS/COD terendap: Sering juga disebut sebagai settleable SS/COD ratio.SS
(suspended solid) adalah jumlah banan padat yang melayang dalam air (mg/Itr).
Sebagian dapat diendapkan dan jumlah yang mudah terendapkan dibanding dengan
kandungan COD, disebut sebagai ratio SS/COD terendap. Untuk limbah domestik
ratio ini biasanya berkisar antara 0.35 s/d 0.45.
h) Desludging
interval : Artinya jangka waktu yang kita inginkan untuk menguras
lumpur dalam sistem pengolahan limbah(misalnya sekali setahun, sekali tiap lima
tahun,dlsb). Perlu diketahui bahwa sistem pengolahan limbah selalu menghasilkan
lumpur. Banyak sedikitnya lumpur ini tergantung dari sistem/teknologi yang
dipakai. Lumpur tersebut secara periodik perlu dikuras dan bila kita inginkan
interval yang lama (misalnya sekali dalam waktu lima tahun)maka konstruksi yang
dibutuhkan menjadi besar.Sebaliknya bila intervalnya singkat (misalnya
sekalitiap bulan) maka konstruksi bisa lebih kecil. Tetapi
bila terlampau sering menguras jelas akan sangat merepotkan.
i) Strength: Arti
harafiahnya adalah kekuatan tetapi dalam urusan limbah artinya adalah tingkat
pencemarannya(yang ditunjukkan dengan COD atau BOD). Jadi limbah dengan high
strength artinya kadar BOD/COD nya tinggi. Sedangkan limbah low strength
artinya kadar BOD/COD nya rendah.Sebelum melangkah pada pemilihan teknologi,
kita harus mengetahui dan menentukan beberapa hal pokok seperti :
·
-Asal
/ sumber limbah cair
·
-Volume
limbah yang akan diolah
·
-Bahan
pencemar yang terkandung dalam limbah
·
-Kandungan
apa saja yang akan dihilangkan
·
-Effluentnya
akan dibuang kemana
·
-Regulasi
yang berlaku
·
-Aspirasi
non teknis yang terkait dengan perencanaan dan pemilihan sistim.Semua data
tersebut berkaitan erat untuk perencanaan dan pemilihan sistim pengolahan yang
akan dipakai.
0 komentar:
Posting Komentar